URBAN KABAYAN


Suatu hari, Kabayan sedang mencangkul di kebunnya. Seorang temannya lewat dan bertanya, “Kang Kabayan, sedang apa?”.

“Sedang mencangkul”, jawab Kabayan.

“Buat apa?” tanya orang itu.

“Buat menggali lubang”.

“Menggali lubang buat apa”, tanya orang itu lagi.

“Buat menanam pisang”, jawab kabayan sambil terus mencangkul.

“Menanam pisang buat apa?” tanya orang itu lagi. “Ya buat dimakan”, jawab Kabayan kesal.

“Buat apa dimakan?” masih saja orang itu bertanya.

“Ya biar punya tenaga lah” Kabayan mulai meninggi suaranya.

“Buat apa tenaga?” orang itu tetap bertanya.

“BUAT MENGGALI LUBANG!” seru Kabayan.

***

Hampir miriplah Kabayan ini dengan kita.

Buat apa bekerja? Biar dapat uang! Buat apa uang? Buat makan! Buat apa makan? Biar bisa bekerja.

Pagi ini melintas di depan Citos, sembari merenungi sendiri. Akankah pergi pagi pulang malamnya saya menjadi bernilai, atau saya hanya menjadi satu dari sekian ratus juta “Urban Kabayan” di era ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *