TIGA SERANGKAI ILMU-KEPAHAMAN-AMAL

Dalam perjalanan kami menuju Bandung dari Jakarta berapa minggu lalu, saat ngobrol-ngobrol dengan istri di mobil, ngalor ngidul istri cerita tentang keinginannya belajar bahasa inggris lebih dalam, supaya ngomong inggrisnya mantep.

Saya sendiri, tidak bagus-bagus amat kemampuan bahasa inggrisnya. Tetapi karena bekerja pada perusahaan multinasional yang banyak orang asing di dalamnya, jadi mau tidak mau akhirnya bisa bahasa inggris. Baik lisan maupun tulisan menjadi lebih upgrade ketimbang semasa saya kuliah dulu.

Nah….giliran diminta mengajari, mengajari istri atau anak, lha saya bingung, karena belajarnya tidak metodis. Darimana mau mengajarnya juga bingung, karena saya terbiasa otodidak, belum tentu cara belajar saya cocok dengan cara belajar orang lain.

Tapi, ngomong-ngomong soal belajar, saya jadi teringat setidaknya ada satu peta besarnya yang saya bisa bagikan dalam tulisan. Yaitu tiga serangkai ILMU-KEPAHAMAN-AMAL.

ILMU adalah pengetahuannya. Tetapi semata-mata ilmu tidak membuat kita mengerti tanpa dianugerahi KEPAHAMAN. Setelah ILMU dan KEPAHAMAN didapat, untuk mengikat-nya, pastikan kita terapkan ilmu dan kepahaman itu dalam hal-hal yang aplikatif pada kehidupan kita sehari-hari (AMAL).

Saya bilang pada istri saya, menurut pengalaman saya pribadi, untuk mudahnya kita belajar suatu ilmu, harus diawali dengan rasa butuh dulu. Rasa butuh itu, biasanya kalau pengalaman saya sendiri, dia timbul karena sesuatu yang kita pelajari itu practical, aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Ya misalnya bahasa inggris tadi. Saya belajar bahasa inggris karena memang aplikatif dalam dunia kerja saya. Jadi salah satu elemen dalam tiga serangkai tadi, yaitu “AMAL” sudah saya miliki.

Amal itu saya maknai sebagai sisi aplikatif dari suatu ilmu. Saya butuh kemampuan berbahasas inggris, karena kemampuan itu aplikatif / terpakai dalam kehidupan saya sehari-hari (menjadi amal). Saat saya sudah ada rasa butuhnya itu, insyaAllah kita tahu bahwa Allah akan pertemukan dengan jalannya supaya kita mendapatkan ILMU-Nya itu.

Nah, seandainya kita sudah menemukan suatu kebutuhan dalam hidup kita, butuh apa saja, misalnya perlu kemampuan komputer karena kerjaan mengharusnkan itu. Maka nanti ada saja jalannya, agar AMAL aplikatif komputer dalam pekerjaan kita itu, menemukan ILMU-nya. Eh ndilalah ketemu temen yang bisa ngajarin. Eh, ndilalah ketemu buku. Biasanya seperti itu.

Atau mungkin diagram alurnya dibalik. Kita mulai dari ILMU dulu. Kita sudah memiliki suatu ILMU, misalnya ILMU bercocok tanam. Maka ILMU itu akan menjadi afdhol kalau kita jadikan aplikatif. Dipraktekkan, atau setidaknya diajarkan kepada orang lain. Menjadi AMAL.

Diantara ILMU dan AMAL itu, ada anugerah satu lagi yaitu KEPAHAMAN (wisdom). KEPAHAMAN ini adalah lebih tinggi dari sekedar “tahu” saja. KEPAHAMAN adalah mengerti hubung kait suatu perkara. Biasanya kalau ilmu diamalkan, dia menjadi berkah dan bertambah paham. Atau sebaliknya, jika ada kebutuhan pada kehidupan kita, dan kita tahu kita tidak punya kecakapan ilmu tentang itu, tetapi hal itu perlu bagi kita, yakin saja bahwa nanti ada jalannya Allah memberikan ILMU dan KEPAHAMAN. Karena salah satu kepingnya sudah ada pada kita.

debuterbang

Seorang pendosa, yang meniti jalan kembali kepadaNya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *