TERLIHATKAH BAHWA DIA YANG MENGURUS?

DIA YANG MENGURUSSesungguhnyalah diri kita ini sesibuk galaksi yang bisa kita amati di luar diri kita. Jantung dalam tubuh kita dalam keadaan biasa berdetak 72 kali per menit. Darah dalam tubuh kita mengalir kurang lebih 4 km per jam secepat jalan kaki orang dewasa. Sel-sel tubuh membelah, dan menggantikan yang mati. Kalau ibu hamil, di dalam rahimnya setiap detiknya ada kehidupan baru yang tumbuh dan membesar.

Ada kehidupan di dalam diri kita sendiri. Tetapi hampir keseluruhan dari kehidupan itu tidak pernah kita sadari. Kita mengenal kehidupan kita sebagai “si Budi”, “si Wati”, “si Ani”, “si Petruk”, tetapi kehidupan mikro setiap organ-organ, sel, atom-atom dan elektron dalam tubuh kita tidak pernah kita “sadari”.

Kalau di dalam diri kita sendiri ada triliunan kehidupan mikro yang hidup dengan kesadarannya sendiri-sendiri dan tidak pernah kita atur. Apakah benar kita mengatur “kesadaran” yang kita kenal sebagai “diri kita” dalam skala yang makro?

***

Berapa waktu lalu, saya pagi-pagi sudah nongkrong di kampung rambutan. Menunggu shuttle bus kantor. Biasanya saya bawa kendaraan sendiri, tetapi kali ini mencoba naik shuttle karena meeting sudah berkurang frekuensinya, jadi tak banyak tuntutan mobilitas ke kantor client, walhasil naik shuttle adalah pilihan tepat.

Saya sangat menikmati moment-moment menunggu itu. Makan gorengan di pinggir jalan, dan melihat kendaraan melintas lalu lalang. Saya seperti melihat sebuah kehidupan berjalan. Kehidupan yang selama ini terluput dari pengamatan karena jeratan kesibukan. Begitu banyak detail kehidupan yang selama ini tidak terlihat menjadi terlihat.

Penjual gorengan. Bus dan klakson yang bersahut-sahut. Motor menyalip. Awan dan warna tembaga pagi yang semburat dari timur. Anak-anak sekolah.

Saat melihat kehidupan berjalan seperti ini saya kembali teringat wejangan seorang guru…. Lihatlah awan berarak, burung-burung beterbangan, orang-orang berjalan. Terlihatkah bahwa DIA dalam kesibukan? terlihatkah bahwa DIA yang mengurus?

One thought on “TERLIHATKAH BAHWA DIA YANG MENGURUS?

  1. Jantung manusia 72 detak / menit, sedang jam tangan 60 detik/ menit. Berarti detak jantung lebih banyak dibanding dengan detik jam tangan, atau boleh juga dikatakan bahwa dimensi terkecil dari waktu adalah detak jantung manusia.
    Ketiika manusia bekerja, jantung bekerja. Ketika manusia tidur, jantung juga bekerja. Manusia tidak bisa kontrol kerja jantung yang 72 detak/ menit.
    Sesungguhnya detak jantung adalah tanda ada kehidupan, tapi manusia jarang menyadari keadaan tersebut. Bahkan tidak bersyukur atas nikmat berdetaknya jantung yang diluar kontrolnya tersebut. Jika jantung berhenti berdetak, habislah cerita tentang kehidupan manusia kecuali meninggalkan atsar ( bekas, peninggalan, jejak sejarah ).
    Jika atsarnya bagus Alhamdulilllah, jika jelek tentu nauzubillah.
    Terima kasih atas tulisannya yang menyebabkan saya berkomentar yang mungkin agak ngawur.
    Maaf jika ada keliru, mohon diberitahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *