SPRITUALITAS YANG KURANG PIKNIK

 

Dulu. Sebelum saya pernah naik pesawat terbang, jarak antar kota di Indonesia serasa begitu jauh. Setelah beberapa kali naik pesawat, secara relatif jarak yang jauh itu terasa tak seberapa. Sebentar saja naik pesawat sudah sampai. Tentu ongkosnya dibayari kantor. Hehehehe.

Dalam mental kejiwaan saya, tantangan antar kota serasa bukan hal yang sebesar dulu lagi. Karena saya diperkenalkan dengan “pengalaman” lintas kota itu.

Begitu juga beberapa rekan saya lainnya saya lihat lebih jauh lagi skalanya. Bagi mereka lintas negara itu hal biasa, sedang bagi saya itu sesuatu yang luar biasa.

Sekali saja kita diperkenalkan dengan “pengalaman” yang lebih besar, maka sesuatu yang tadinya besar akan terlihat kecil.

Dan semakin sering kita “dinaikkan” dari pengalaman lingkup kecil menuju pengalaman yang lebih besar dan lebih luas; pahamlah kita bahwa Allah SWT gampang sekali menaikkan dan memindahkan kita dari satu posisi ke posisi lainnya.

Hal ini juga berlaku dalam spiritualitas keberagamaan. Jika kita melihat pada kemampuan diri kita yang kerdil, maka kita akan sentiasa kecewa. Tetapi jika kita melihat pada khasanah keMaha KayaanNya, kita akan tumbuh harapan.

Jadi istilah “kurang piknik” itu ada benarnya juga.

Piknik disini dalam arti menengok-nengok kebesaranNya. Observasi. Dengan itu “rasa” yakin kita; akan mekar dalam hati.

Barangkali saya harus banyak piknik. “Pergi dari kecilnya diri sendiri” menuju luasnya rahmatNya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *