SELENDANG AL MUTAKABBIR

Betapa kecil manusia.

Tetapi untuk mengenalkan tentang diriNya, Dia “menzahirkan” pagelaran yang sangat megah. Jagad raya.

Tata surya seluas itu. Galaksi semegah itu. Gugusan bintang beribu tahun cahaya dari tempat kita itu. Ribuan ketakjuban yang belum kita tahu lagi.

Di bumi yang kita pijak juga beraneka. Ngarai yang dalam. Arakan awan. Bentang alam pegunungan. Hijau hampar datar sawah.

Padahal kita sekecil ini. Tetapi pengenalannya Kenapa harus sebesar itu?

Ternyata Dia-lah Al Mutakabbir.

Pemilik segala keagungan. Kebesaran. Empunya segala demonstrasi kehebatan yang tergelar-gelar terserak,-serak di merata alam ini.

Dimana-mana Dia menunjukkan tentang Dia.

Dimana-mana wajah Al-Mutakabbir.

Yang berhak sombong.

Maka mereduksi konteks hidup menjadi tentang kita, adalah sama saja dengan memakai selendang Al-Mutakabbir.

Pantas saja tak ada yang boleh mengenakan selendang kesombongan. Karena pagelaran hidup memanglah semua tentang Dia. Tak pernah tentang kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *