SANG PEMELIHARA

Salah satu Asma-Nya adalah Al Wakil. Maknanya adalah Pemelihara. Teringat saya dengan makna Al Wakil ini awalnya adalah karna wejangan seorang Guru, Al Arif Ust. Hussien Abd Latiff, saat menerangkan mengenai sandiwara ilahi. Dalam konteks-konteks tertentu, “biarkanlah” orang-orang menjalankan fungsi mereka dalam drama kehidupan. Karena sejatinya Allah-lah pemelihara mereka.

Dalam beberapa ayat Qur’an. Rasulullah SAW juga diberitahu oleh Allah SWT. Bahwa orang-orang kafir pun sejatinya Allah-lah pemelihara mereka.

Apatah lagi orang-orang beriman. Al-An’am ayat 102 :

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لا إِلَهَ إِلا هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

Artinya : “(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah SWT Tuhan kamu; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.”

Dalam meyakini konteks bahwa DIA-lah sejatinya Sang Pemelihara. Saya barulah mengerti maksud dari tawakal. Kurang lebih, tawakal adalah menyerahkan pemeliharaan diri pada Allah. Karena kita mengerti bahwa DIA-lah Al Wakil, maka terbit rasa berserah. Itulah tawakal.

Saat istri medekati detik-detik melahirkan putri pertama kami 6 tahun lalu. Saya mencemaskan kondisi saya yang bekerja di lapangan. Bagaimana cara cuti mendadak? Bagaimana cara melangkah dari lapangan menuju rumah yang terentang jarak? Bagaimana istri sendiri di rumah?

Alhamdulillah pertolongan Allah, lahirnya anak saya pas hari lebaran. Diberikan saya cuti mendadak oleh bos. Jalanan lancar karena orang-orang pada mudik dan flight Balikpapan jakarta kosong.

Sekarang lahiran anak kedua saya mengkhawatirkan istri yang masih tugas kerja. Sayapun bekerja juga. Takut-takut jikalah lahiran pas jam sibuk-sibuknya Jakarta.

Alhamdulillah tertakdirkan anak kedua lahiran di hari jumat ini. Sejak pagi hari kami sudah Berangkat ke RS jalanan lengang. Lahiran cepat dan lancar.

Maka teringatlah kembali saya dengan Al Wakil. DIA-lah pemelihara. Saat saya melihat seorang anak dengan warna memerah bayi, bergerak pelan usai saya azankan dan iqomatkan. Siapakah yang sejatinya memelihara anak ini? Kehidupannya kedepan? Jodohnya? Rizkinya? Lapang sempit hidupnya? Segalanya dalam genggaman Al Wakil.

Rupanya itulah maksud tawakal. Memahami bahwa kehidupan kita dalam genggaman Sang Pemelihara sejati

debuterbang

Seorang pendosa, yang meniti jalan kembali kepadaNya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *