ROLLER COASTER DAN HIDUP YANG FAKIR

Dipikir-pikir, memang hidup ini seperti naik roller coaster. Sudah ada rel-nya, kita tinggal duduk manis saja mengikuti alur.

Akan tetapi namanya roller coaster ya jalannya tak pernah linear, melainkan malah seperti akrobat dan jungkir balik.

Lepas dari satu puntiran, masuk lagi ke puntiran berikutnya. Lepas naik, dibanting turun. Sehingga sepanjang jalur roller coaster tak lepas kita dari perasaan cemas dan sensasi ngeri-ngeri seru.

Sakjane, sejatinya, sensasi ngeri-ngeri seru itulah yang menjadi pengikat agar manusia selalu terpaut kepada Allah.

Ketaatan yang dikaitkan dengan konteks hidup.

Tanpa keterikatan dengan konteks hidup, maka manusia akan jadi malaikat.

Coba bayangkan saja seandainya tak ada konteks sama sekali, tetapi manusia selalu ibadah dan terpauuuut selalu pada Tuhan, maka manusia sudah masuk domain malaikat.

Malaikat mana ada dualitas khauf dan roja’. Malaikat dalam domain taat mutlak tanpa perlu konteks hidup.

Saya teringat pernah membaca sebuah literatur yang menjabarkan bahwa para arifin adalah orang-orang yang rasa butuhnya pada Allah berkelanggengan.

Langgeng disini dalam konteks boleh jadi beliau-beliau itu memang sudah tenggelam dalam penyaksian selalu, atau bisa juga dimaknai bahwa beliau-beliau selalu ditempatkan dalam hidup yang seperti roller coaster. Tak ada jenak untuk tidak berpaut pada Tuhan.

Kembali saya teringat doa Rasulullah. Allahumma ahyini miskinan……dan seterusnya.

Ya Allah, hidupkan aku dalam keadaan miskin, mati dalam keadaan miskin, berkumpul dan dibangkitkan dengan orang-orang miskin.

Miskin disini adalah majazi dari rasa butuh atau rasa fakir terhadap Allah. Rasa butuh yang berkelanggengan.

Jadi, dalam menjalani hidup yang roller coaster, kita justru harus menjadikan rasa butuh kepada Tuhan itu sebagai pendorong amaliah.

Jangan pernah biarkan rasa roller coaster dalam hidup urung menjelma sikap fakir kepada Tuhan.

Zahirkan rasa butuh itu menjadi do’a. Zahirkan gejolak itu dalam bentuk amal dan gerak.

Amal dan gerak yang otomatis, dan do’a serta dzikir yang berkelanggengan mengiringi rasa butuh itulah yang kelak meningkatkan derajat kepahaman kita sejengkal demi sejengkal.

Miskin yang begitu itulah yang dimintakan Rasulullah pada Allah SWT.

Rasa fakir, yang sejatinya me-“ngaya”-kan

2 thoughts on “ROLLER COASTER DAN HIDUP YANG FAKIR

  1. AlhamduliLlah terima kasih saudaraku, atas hurainya dalam kita menyikapi perobahan keadaan yang kita lalui dalam kehidupan ini. Benar apa yang telah dikatakan bahwa rel kehidupan ini sudah ada dan sedia ada tergantung sekarang bagaimana kita menyikapi dan menjalaninya saja.

    Dan agama telah pun menuntun kita bagaimana sebaiknya dan sepatutnya seorang hamba bersikap dan berperasaan seperti yang Tuhan kehendaki yang diredhoiNya.

    Kata kuncinya adalah sperti yang dikatakan diatas, bahwa kita kenalah rasa perlukan Tuhan dalam hidup ini, tidak ada yang kita andalkan dalam hidup ini melainkan hanya Allah. Dia Allah keperluan diri kita yang sesungguhnya, seorang guru ada berkata:
    “Apakah yang dirasakan kurang bagi mereka yang.sudah dapatkan Tuhan dan apakah yang dirasakan cukup bagi mereka yang berpaling lari dari Tuhan.

    Bagi menguatkan lagi artikel.diatas izinkan saya melampirkan untai syair dari seorang guru sufi sebagai berikut:

    Jangan Tinggalkan Aku Tuhan
    Oleh: Syeikh Ibnu Muhammad RA

    Kalau Engkau tinggalkan aku Tuhan
    Apalah erti hidup ini
    Jika Engkau biarkan aku Tuhan
    Segala yang ada tidak ada erti
    Apalah erti hidup, tanpa-Mu Tuhan
    Aku memerlukan-Mu
    Jika Engkau pimpin aku
    Segala yang ada mempunyai makna
    Setiap milikanku mempunyai erti
    Kalau tidak memiliki apa-apa pun, masih mempunyai
    Begitulah besarnya erti hidup bersama-Mu
    Bahagialah hati, cerialah muka walaupun papa
    Kalau hidup ini tidak bersama-Mu
    Hilanglah bahagia, ceria tiada, walaupun berkuasa dan kaya
    Betapalah kalau miskin dan papa
    Bertambah malang bahkan celaka
    Engkau adalah keperluan di dalam kehidupan
    Engkau adalah cahaya menyuluh harapan
    Engkau adalah diperlukan di dalam sebarang hal dan keadaan
    Engkau adalah segala-galanya
    Jangan tinggalkan aku Tuhan!
    Jangan biarkan aku Tuhan
    Itulah harapanku pada-Mu
    Dengan rahmat-Mu Tuhan, harap tunaikan

    Julai 99

    Demikian, syukran mas debuterbang, teruslah menulis berbagi ilmu dan pengalamannya semoga kami yang tertakdir berjumpa.blog ini dalam mengambil manfaat yang sebesar2nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *