PENYAKSI

NEBULADi luar angkasa sana, kumpulan awan gas dan material-material halus lainnya berpusar, mengkabut dan memadat. Dalam sebuah teori dikatakan inilah cikal-bakal, awal mula pembentuk bintang-bintang yang berpijar-pijar. Nebula.

Trilliunan bebintang mengambang dan berputar dalam konstelasi yang stabil di luar angkasa sana. Pada manzilah-manzilahnya sendiri. Mataharinya kita, dibandingkan segala ketakjuban gugusan bintang-bintang itu tadi hanyalah mungil saja.

wpid-wp-1421119068482.jpeg Saya tercenung memandangi ini semua. Seperti kita bisa melihat rekaman penciptaan alam semesta.

Dan sampai saat ini pun ilmu pengetahuan pelan-pelan menyingkap kecantikan karya Allah di alam semesta.

Sesuatu yang tidak akan selesai dituliskan meski seluruh samudera menjadi tinta dan sebanyak seluruh pohon menjadi pena.

Tiba-tiba saya tersadar, kita ini sebenarnya berurusan dengan Sang Pemilik Kekuatan Maha Dahsyat. Bumi yang besar ini saja masih terlalu kecil. Lihatlah Trilyunan bintang-bintang dibentuk. Allah-lah pemilik kekuatan maha menakjubkan di balik susunan alam semesta ini. Yang menggulirkan setiap partikel apapun saja di samudera angkasa lepas untuk bersatu dan mewujud bebintang-bintang raksasa.

Maka selain Maha Indah (segala sesuatu penisbatan sifat jamaliyahNya), Allah sekaligus juga maha Perkasa dan Agung (segala sesuatu yang berkaitan dengan kekuatan tak terperi dan membuat gemetar merupakan keniscayaan sifatnya yang Jalal).

Memandang inilah terkadang ketakutan itu muncul tiba-tiba. Siapa yang kita sering sebut namaNya dalam Doa? Dia begitu Agung dan Kuat, mengerikan kekuasaanNya.

Tengoklah pada awan merah yang disulam oleh halilintar. Gurat-gurat petir yang sangat indah sekaligus mematikan. Siapa seniman dibalik ini?

APTOPIX Chile Volcano

Saya sering memikirkan, kenapa alam raya ini harus ada, padahal bumi yang ditempati manusia ini hanya senoktah debu dibandingkan kemelimpahan kreasi Allah di luar angkasa itu? Kenapa segala kecantikan dan kedigdayaan alam raya harus sebesar itu jika manusia sekecil ini?

Baru belakangan saya menyadari bahwa Penzahiran kekuasaan Allah adalah ibarat aliran air yang tiada akan pernah kering. Allah seakan-akan mendemonstrasikan segala keagungannya. Mencipta berbilliun-billiun fenomena. Tidak selesai dikaji. Terlalu amat sangat melimpah untuk ditapaki satu demi satu.

universe-pleasure Saking menakjubkannya segala kreasi Allah itu, tidak sedikit manusia-manusia yang salah fokus dan akhirnya menghambakan diri pada keagungan dan kengerian yang mereka lihat secara zahir.

Menyembah bintang. Menyembah gegunung. Menyembah hukum tarik menarik di alam semesta.

Sedikit cuma, dari keseluruhan trah manusia, yang dianugerahi pengenalan akan Allah, menjadi tahu bahwa Allah bukan semua itu, tetapi Pencipta semua itu. Tak serupa semua itu.

Dan untuk memperkenalkan dirinya yang tiada sebanding apapun saja itu, Allah menzahirkan segala kedigdayaan yang menggetarkan.

Lihatlah…lalu diamlah. Tidak mungkin tidak terpana.

Nanti kita akan bisa merasakan bahwa segala yang terhampar luas berserakan ini sebenarnya adalah demonstrasinya Allah sebagai perkenalan kepada kita.

Para pendosa yang diampuni taubatnya adalah perwujudan sifatNya yang Maha Pengampun.

Orang-orang yang dilimpahi rezeki adalah ejawantah dari Welas Asihnya Dia.

Para ibu yang menyayangi anaknya sejak lahir. Orang tua yang rela berdarah-darah demi anaknya.

Burung-burung kecil yang mengepakkan sayap dan berburu lalu pulang berjingkat dan menyuapi makan anaknya dari mulut ke mulut.

Semua merupakan cara Dia menzahirkan cinta dan penjagaan.

Tapi di lain sisi, dalam sebuah hikmah yang tersembunyi rapih dan jarang dipahami manusia, kita bisa melihat juga bahwa perang masih terjadi.

Orang-orang mati danbergelimpangan. Anak-anak kecil teriris nadinya. Tangisan lengking menguar, yang lebih memilukan bahkan dari luka itu sendiri.

Orang-orang yang ditinggalkan keluarganya.

Tsunami yang menyapu bersih satu desa.

Kecelakaan pesawat yang merenggut bayi, Ibunya, Bapaknya, saudara-saudaranya, dan semua kegetiran yang masih saja mewujud meski tak terhitung berapa orang-orang salih dan ahli ibadah memanjatkan doa dan puja-puji agar tragedi berhenti, agar korban-korban tak tumbang dan memerah lagi.

Nyatanya masih ada perang dan bencana meski beratus tahun sudah berlalu.

Lihatlah…lalu diamlah. Tidak mungkin tidak terpana.

Karena ternyata semua itu terzahir sebagai ejawantah dari keperkasaanNya yang Maha Kuat dan tiada bisa disetir manusia.

Hikmah-hikmah yang dia jejalinkan dalam segala fungsi sebab akibat yang kompleks, mekanika takdir, dan jejaring aksi reaksi alam semesta yang luasnya mengerikan ini, Kadang terlalu rumit plotnya dan tak bisa dinalar kita-kita.

Kesimpulan sederhananya sungguh bahwa Dia Maha Perkasa.

Pemilik keindahan yang menakjubkan sekaligus Penguasa absolut tanpa senoktahpun tandingan disisiNya, Dialah yang kita sebut-sebut dalam do’a.

Dan hari ke hari menjadi semakin takut dan memahami, kenapa Sang Nabi SAW sebegitu ketakutannya hingga seperti terdengar gelegak air mendidih dari dadanya. Tak tahukah kita siapa yang kita sembah ini?

“Rabbana amanna bima anzalta wattaba’narrasula faktubna ma’asy-syahidin”

“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan, dan telah kami ikuti rasul. Karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi” (QS ALI IMRAN : 53)

***

Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (Al Mu’minun : 78)

Dan Dialah yang menciptakan serta mengembang biakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan. (Al Mu’minun : 79)

Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya? ﴾ Al Mu’minun:80 ﴿

Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” ﴾ Al Mu’minun:84 ﴿

Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?” ﴾ Al Mu’minun:86 ﴿

3 thoughts on “PENYAKSI

  1. Barakallah…. 3 tahun terakhir ini,, saya selalu mengikuti tulisan-tulisan mas Debu,, banyak hal yang sudah kudapat dari tulisan-tulisannya.. Teruslah berkarya dan Lihatlah hasilnya… salut sama kang Debu Terbang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *