Debuterbang Blog

MINUM KOPI DAN MENSYUKURI ILMU 0

MINUM KOPI DAN MENSYUKURI ILMU

Sebuah perumpamaan tentang minum kopi, diberikan oleh seorang Arif*, menyadarkan saya agar mensyukuri anugerah ilmu. Seumpama kita penyuka kopi, kata beliau. Lalu dalam kesibukan yang sangat padat kita jadi terlupa minum kopi. Meskipun waktu...

LARI MARATHON DAN SPIRITUALITAS YANG SEDERHANA 0

LARI MARATHON DAN SPIRITUALITAS YANG SEDERHANA

Agak bingung saya kemarin. Sewaktu ditelepon mendadak oleh salah seorang security komplek. Ditanya pasal kenaikan gaji. Kenapa rekan-rekannya naik tapi dia tidak? Tak bisa saya menjawab. Pasalnya, saya sudah berapa minggu tak ikut meeting...

AGAR TAK HILANG PENGHARAPAN 2

AGAR TAK HILANG PENGHARAPAN

Sungguh enak menikmati detail kehidupan. Sore ini, duduk santai di belakang jok abang GoJek, ditempias angin perjalanan, saya menikmati betul lekuk-lekuk detail menuju rumah. Hamparan pedagang kaki lima di dekat Kampus Universitas Swasta yang...

MENENGOK JALAN PARA WALI DAN PARA NABI 0

MENENGOK JALAN PARA WALI DAN PARA NABI

Berulang kali saya mendapat pejalaran, sebuah contoh “dedikasi” yang sederhana tapi mengagumkan yaitu tetangga-tetangga saya di komplek, utamanya para pengurus komplek yang meluangkan waktu mengurusi hal-hal berkaitan kewarga-an. Padahal mereka sendiri sibuk luar biasa....

BELAJAR RIDHA DAN TAK TERGESA-GESA 7

BELAJAR RIDHA DAN TAK TERGESA-GESA

Tak seberapa ingat kapan persisnya saya mulai menyukai kajian sufistik. Yang saya ingat hanyalah momen-momen transisi yang tak selalu berjalan mulus. Dari yang sama sekali awam dengan tasawuf lalu mulai mencecap cara pandang sufistik,...

BELAJAR NAFI DAN ITSBAT 0

BELAJAR NAFI DAN ITSBAT

Dua hari lalu saya tertinggal bus antar jemput dari kantor, jadi terpaksa naik Go-Car. Sepanjang jalan saya berbincang dengan seorang supir yang begitu ramah, dan uniknya dia hobi berdzikir. saya melihat ada dua tasbih...

DIKRITIK OLEH KEHIDUPAN 0

DIKRITIK OLEH KEHIDUPAN

Kalau saya melihat ke belakang, dari sekitar lima tahunan lebih saya bekerja di kantor, sudah sedemikian banyak saya merubah cara pandang, cara bersikap, dan semacamnya, tersebab sering menerima kritik. Kultur kritik yang membangun itu,...

BERJALAN KE PINTU BELAKANG 0

BERJALAN KE PINTU BELAKANG

Baru saja pulang dari mengantar anak ke tempat favoritnya. Kolam renang. Setelah melewati semingguan hari kerja yang padat dan riuh. Mumpung ada sejenak waktu lowong. Betapa hari-hari kerja yang padat seringkali membuat kita menjadi...

BERJALAN KE PINTU (2) 0

BERJALAN KE PINTU (2)

Bisakah manusia membersihkan hatinya secara permanen? Atau bisakah manusia mengingat Allah secara langgeng 24 jam? Jawaban pertanyaan itu barulah kembali terajut dengan apik setelah saya menemukan bahasan Rumi dalam Fihi Ma Fihi, beliau menjelaskan...

MENCARI KERJA DAN MENCARI TUHAN 2

MENCARI KERJA DAN MENCARI TUHAN

Berapa hari lalu, saya dikunjungi oleh adik saya yang nomor dua. Menjenguk ponakannya yang baru lahir, sekaligus ikut tes kerja di salah satu perusahaan Swasta di Jakarta Utara. Tes kerjanya memang belum beruntung. Tidak...