MERENDAH MENJADI LEMBAH; DIALIRI ILMU DARI KETINGGIAN

[dropcap]H[/dropcap]ari ini, saya kebagian tugas menemani anak saya latihan berenang. Biasanya istri saya yang menemani, tetapi hari ini giliran saya.

Saat anak saya dan sekian orang rekannya sedang mendengarkan pengajaran dari instruktur, saya seperti biasa melakukan kegiatan favorit saya, yaitu duduk-duduk santai di pinggiran kolam sambil minum kopi dan menikmati kontemplasi saya sendiri.

Dari sebelah saya, terdengar sayup-sayup dua orang bapak-bapak berbincang lincah tentang dunia pendidikan dan sekolah yang baik bagi anak mereka yang di usia TK.

Sampai perbincangan meluas tentang bagaimana cara menanamkan pondasi keagamaan pada anak melalui sains, dan menghindarkan sikap yang terlampau rigid.

Saya tergelitik untuk ikutan nimbrung bicara, tetapi akhirnya saya memilih untuk menjadi pendengar. saya asyik mendengar sambil mengawasi anak saya kalau-kalau terjatuh atau kram di kolam renang kan bahaya.

Tetapi sembari menjadi pengamat dan pendengar itulah saya menyadari bahwa sikap humble seperti anak-anak yang haus ilmu, dan kesediaan mendengar dan belajar sebagaimana anak saya dan teman-temannya yang belajar berenang pada instrukturnya itulah; yang akan menjadi jalan ilmu mengalir pada kita.

Ilmu itu seperti air, dia hanya mengalir ke tempat yang rendah.

Dan betapa berharga ilmu yang saya dapat dari perbincangan dua orang bapak-bapak di samping saya pagi ini. Meskipun saya termasuk mencuri dengar, ya soalnya mereka begitu dekat dan nyaring suaranya. Hehehe.

Tetapi, sesungguhnya ungkapan bahwa “Allah-lah yang mengajari manusia dengan perantaraan kalam.” Dulunya saya anggap hanya kata mutiara.

Baru saya paham bahwa hal itu lebih dari sekedar kata-kata indah. Tetapi menjabarkan sebuah realita yang sebenar-benarnya.

Peribahasa bilang, “alam terkembang jadi guru”. Bagi yang sedia merendah dan mau mendengar.

Terutamanya setelah memahami konsep spiritualitas islam. Baru saya tahu bahwa keseluruhan cerita dalam hidup memang pengajaran dari Tuhan. Bingkai cerita, menceritakan DIA.

Dan setelah itu, saya temukan jejak-jejak tauhid itu tersebar banyak sekali dimana-mana.

Umpamanya saja pada kosmologi [1] dunia timur. Misalnya Taoisme. Baru saya paham bahwa taoisme itu pada -awalannya- adalah dekat sekali dengan konsep tauhid.

Dalam kebijakan timur, dikenal “yin dan yang”. Dualitas.

Dalam islam dikenal dualitas sifat jalal (agung) dan jamal (indah) lewat Asmaul Husna.

Sebagian orang, utamanya fuqaha, pendekatan keberagamaan mereka adalah dengan menekankan hukum melulu (condong pada sifat jalal atau keagungan Tuhan), sedangkan ahli hikmah, para arif menekankan pada welas asih (jamal), Rahmat Tuhan mendahului murkaNya.

Sebegitu pulalah dalam tradisi timur ada sebagian menggunakan pendekatan “yin” dan ada “yang”. Setidaknya itu sebatas yang saya tahu.

Tetapi, sebagaimana dalam islam kita tahu bahwa asmaul husna itu adalah “nama”.

Nama yang mewakili sifat-sifat fi’liyah Tuhan. Bukan Tuhan itu sendiri (nama atau sifat, bukanlah DIA). Allah SWT tetap tiada definisi.

Ternyata begitu juga dalam tao. Yin dan yang hanyalah nama, sejatinya Tuhan itu tunggal, esa, tak bisa dipersepsikan, dan sudah ada sebelum langit dan bumi.. Mereka menyebutnya TAO.

Indah sekali, ya?

Jejak-jejak tauhid terbaca di mana-mana.

Tetapi, tak ingin berpanjang kata mengenai sesuatu yang saya bukan pakarnya, intinya satu saja. Kenapa ada alam, kenapa ada kita?

Dalam kebijakan spiritual islam, bahwa pada mulaNya hanya ada DIA. DIA ingin dikenali, maka DIA menzahirkan makhluk.

Semua cerita yang terzahir, tergelar, temanya hanya satu, menceritakan DIA.

Dalam sikap kesediaan belajar, maka semua fragmen hidup akan memunculkan wisdom. Karena sesuai dengan tujuan penciptaan. DIA ingin dikenali, maka yang bersedia mendengar akan diajari.


[1] Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari dalam astronomi, filosofi, dan agama.

*) Image Sources

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *