MENGUBUR MASA LALU

Setiap detik aku bergulat dengan waktu dan menjadi gelap dibawah bayang-bayang masa lalu.

Dari setiap bercak-bercak kotor dosa yang membekas hitam di setiap lembar waktu yang telah terlewat itu, aku jadi malu sendiri, lalu beringsut dari kumpulan mereka-mereka yang bersih putih itu. Rasa-rasanya syurga meski diemperannya saja tetap tak layak buatku.

Kutarik nafas pelan di setiap senja-senja yang tenang dan ramah itu, dari warna merah tembaga yang terpapar di laut yang beriak manis di ujung sana aku bercermin dan merenung, sudah satu hari lagi lembar hidup yang kujalani dengan tergesa, membuka pagi dengan terkejut luar biasa, lalu menyongsong sore dengan belum berbuat apa-apa.

Ah….. Tuhan, rasanya dunia ini dalam segala-gala lebih bersih dari kami.

Dengan apa kubersihkan sisa luka dosa yang menganga?

Terhuyung-huyung aku berlari, lalu berwudhu dengan apa saja, air, debu, angin, tawa dan air mata.

——-
*repost tulisan lama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *