CERMIN

Sewaktu SMA pelajaran biologi, oleh guru kami diberitahu bahwa pergerakan anggota tubuh dikarenakan ada impuls listrik perintah dari otak. Aktivitas kelistrikan otak kemudian dihantar ke seluruh tubuh lewat syaraf, lalu menggerakkan otot dan tubuh bergeraklah karenanya.

Waktu itu saya bertanya, tetapi belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Yaitu dimana fungsi “kehendak?”

Saya mengira pastilah ada satu mata rantai yang tak dibahas. Bagaimana “kehendak” yang sejatinya tak punya bentuk fisikal, kemudian bisa menggerakkan tubuh di dunia fisikal?

Pertanyaan saya itu tak mendapat jawaban, tetapi puluhan tahun kemudian saya baru sadar bahwa pertanyaan saya itu lebih kepada “spiritualitas” ketimbang ilmu biologi, hehehehe….. Tentu tak ketemu jawabannya disana.

Cermin paling dekat untuk mencermati keteraturan alam raya, memang diri kita sendiri.

Jika diri kita saja, dengan sebuah kehendak yang yak punya bentuk fisik, lalu bisa menyetir pergerakan tubuh yang fisik, maka sejatinya tak ada yang terlalu ajaib di alam raya. Karena diri kita saja sudah ajaib.

Pendorong-pendorong yang tak punya wujud konkrit, di dalam diri manusia itu banyak sekali. Ada nafsu, ada amarah, ada banyak varian rasa. Semuanya punya porsi menggerakkan tubuh sehingga wujud konkrit dari pergolakan di dalam batin bisa terlihat bentuknya di dunia luar. Pada gerakan badan.

Betapa ajaib. Tentara-tentara hati di dalam diri kita, menggerakkan kerajaan yang kecil berupa tubuh.

Anda ingin minum……. Lalu dengan bekal sepercik keinginan itu, kerajaan tubuh bergerak. Kaki melangkah, tangan mengambil gelas, mulut membuka dan meneguk air, kerongkongan menelan. Semua bergerak hanya karena perintah sepercik rasa “ingin”.

Jika sepercik ingin, sudah bisa menggerakkan tubuh dengan gerakan yang kompleks, tentu saja Allah SWT lebih bisa lagi menggerakkan segala-gala.

Melihat cermin kecil diri itu saja, sudah teranglah bahwa menyandarkan daya upaya semata pada kekuatan diri, adalah pekerjaan sia-sia. Karena ruang lingkup kuasa yang diberikan pada percikan kehendak diri kita untuk bisa bergerak hanya selingkup tubuh saja. Selebihnya kita tak bisa.

Lepas dari itu, semuanya dalam genggamanNya. Seorang arif berkata, bahkan sepercik kehendak dalam diri kita itu saja, kalau kita perhati betul-betul, ianya “mendatangi” kita. Bukan kita yang membuat keinginan itu.

Tetapi, untuk kepentingan praktis yang tak terlalu filosofis, jika kita sedang mengerjakan sesuatu dan merasa berat, ternyata ada baiknya juga melihat diri sendiri, dan mentafakuri jika sepercik kehendak saja bisa menggerakkan tubuh….. tentara hati bisa menggerakkan badan, maka bagiNya menggerakkan alam ini sangat gampang. Sesuai inginNya yang DIA telah tuliskan

Dengan itu, berdoa menjadi penuh harap. Diri lemah tidak mengapa, tetapi harapan jangan sampai hilang. Karena bagiNya segalanya mudah. Diri kita sendiri menjadi tandanya.

One thought on “CERMIN

  1. Assalamu’alaikum
    Berarti si penulis ini percaya kalaunya anak cucu Adam ini bila belum mengembalikan dirinya kepada yang haq maka golongan itu yang disebut syirik khafi. Mohon maaf ampun kalau ad kesalahan kata, kami biasa mendengar tuan guru pengajaran nya kitab nya ringkasan Imam Ghazali, hehe.
    Gak biasanya nemu yang berani buat artikel ini, izin nyimak kami tulisannya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *