AYAM PANGGANG, KUCING, DAN TULISAN YANG SAMPAI KE HATI

Dalam satu kisah yang sangat masyhur, diceritakan saat Syaikh Abdul Qadir Jailani berceramah di depan murid-muridnya, anak beliau membatin, bahwa jika saja dirinya yang diberikan kesempatan berceramah maka tentu para jamaah akan menangis karena kehebatan retorikanya.

Syaikh Abdul Qadir Jailani tak lama kemudian memberikan kesempatan putranya untuk berceramah. Maka majulah putra beliau itu, dan memberikan ceramah penuh retorika dengan kutipan ayat-ayat dan hadits yang banyak sekali. Tetapi tak ada satupun jamaah yang menangis.

Tak lama kemudian giliran Syaikh Abdul Qadir Jailani yang naik mimbar dan berceramah yang sangat sederhana. kata Beliau kurang lebih, “hadirin, tadi malam istriku menghidangkan padaku sebuah ayam panggang, tapi kemudian seekor kucing datang dan memakannya.”

Mendengar ungkapan yang sangat sederhana itu, maka jamaah menangis deras. Heranlah sang anak, mengapa ungkapan yang begitu sederhana malah membuat orang-orang menangis?

Jawabannya adalah kebijakan yang banyak sekali kita dengar dari para arif, bahkan para ahli hikmah, “Sesuatu yang berasal dari hati, akan sampai ke hati.”

Kononnya, para jamaah mentafakuri ungkapan sang syaikh dengan maksud menjaga amalan dari riya (ayam panggang diibaratkan amalan, kucing yang mencuri ayam diibaratkan riya yang menghilangkan pahala amalan), dan lain-lain lagi penafsiran.

Berkaca kembali dengan ceritra yang saya baca berapa tahun silam ini, saya merenungi diri sendiri dan menyadari sebuah keengganan di hati saya untuk kembali menulis cerita-cerita atau tulisan-tulisan yang panjang dan bersayap. Karena retorika tidaklah memberi faedah apa-apa selain hanya memuaskan dahaga penulisnya sendiri. Maka di tahun 2019 ini semoga tulisan-tulisan menjadi lebih keluar dari hati. Karena sudah banyak kita lihat tulisan-tulisan, yang muncul dari hati para alim, dan para arif yang jujur, malah awet tak lapuk dimakan masa.

 

 

2 thoughts on “AYAM PANGGANG, KUCING, DAN TULISAN YANG SAMPAI KE HATI

Add yours

  1. Alhmdulillah teruskan menulis mas rio, akan tetap ada insan yang dapat manfaat dari tulis2an anda

    Kelebihan yang Allah berikan pada mas rio dan berbagai kemudahan yang ada adalah anugerahNya, sangat baik untuk dikongsikan dalam rangka ta’adust bi nilmatillah

    JazakaLlah khairan katsiran…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Proudly powered by WordPress | Theme: Baskerville 2 by Anders Noren.

Up ↑