Monthly Archive: October 2015

MEMECAHKAN TEMPAYAN (3) 0

MEMECAHKAN TEMPAYAN (3)

Satu pertanyaan menggelayuti saya dulu. Jika orang-orang yang sudah hilang keakuannya beraktivitas, katakanlah dia bekerja-kah. Dia menolong orang-kah. Dia bermuamalah sehari-hari-kah. Apa pendorongnya? Bukankah keinginan; baik itu keinginan fisik ataupun keinginan abstrak berupa hasrat...

MEMECAHKAN TEMPAYAN (2) 0

MEMECAHKAN TEMPAYAN (2)

Jika kita sudah paham, bahwa kebahagiaan yang didirikan di atas pondasi rasa ke-aku-an adalah kebahagiaan yang semu, ilusi, bermata dua; disatu saat akan menjelma kesedihan. Maka tentulah kebahagiaan sejati itu adalah saat hilangnya ke-aku-an....

MEMECAHKAN TEMPAYAN (1) 2

MEMECAHKAN TEMPAYAN (1)

Seandainya kita memenangkan sebuah kompetisi menyanyi tingkat provinsi misalnya, tentulah kita bahagia. Normal sekali. Terlepas dari karena ada hadiahnya, pertanyaannya adalah kenapa kita bahagia karena menang lomba menyanyi? Karena ternyata sebuah perasaan bahwa diri...

Sejarah (TIDAK) ditulis orang-orang besar 0

Sejarah (TIDAK) ditulis orang-orang besar

“Aku sungguh-sungguh mulai menelan Al Quran ditahun 28. Jaitu, bila aku terbangun aku membatjanja. Lalu aku memahami Tuhan bukanlah suatu pribadi. Aku menjadari. Tuhan tiada hingganja, meliputi seluruh djagad. Maha Kuasa. Maha Ada. Tidak...

MENITI JALAN KESYUKURAN 2

MENITI JALAN KESYUKURAN

Saat kesulitan mendera, ujian mencerabuti segala yang kita persepsikan sebagai “milik”, apakah itu harta, kedudukan, keluarga, dan lain sebagainya; kita sudah diberi tahu bahwa itu merupakan cara Allah mengajar. Allah memahamkan manusia bahwa Dia...

MENITI JALAN KEFAKIRAN 1

MENITI JALAN KEFAKIRAN

Sang penghulu Para Nabi, Jenderal orang-orang suci, sebaik-baik pecinta,  dan Jika boleh menyebutnya “pejalan”; maka beliau sesabar-sabar manusia yang meniti jalan “pulang”. Rasulullah SAW, Seorang pemimpin besar yang dalam do’anya meminta untuk dihidupkan dalam...

MAKNA YANG MENDAHULUI KATA 0

MAKNA YANG MENDAHULUI KATA

Dulu, saya mengira “Al Faruq” julukan untuk Umar Bin Khattab r.a. itu sekedar sebutan semata. Sekedar nick-name atau nama panggilan. Sekarang saya barulah mengerti bahwa Al Faruq bisa dimaknai dengan lebih “dalam”, bahwa julukan...

MEMBONGKAR LAYLA MAJNUN 0

MEMBONGKAR LAYLA MAJNUN

Ada sebuah cerita yang sangat populer, dan kisah ini muncul jauh sebelum cerita Romeo and Juliet, kisah ini adalah kisah Layla dan Majnun. Majnun, berarti “gila”. Majnun, adalah julukan kepada seorang laki-laki anak seorang bangsawan,...